Sampai saat ini aku masih bertanya dalam hati, "akankah kita mampu bertahan dalam situasi-kondisi seperti ini?". Dimana situasi itu, tak mendukung terciptanya cinta seperti hal-Nya dalam mimpi. Namun, bukan cinta dalam dunia mimpi yang aku inginkan. Tetapi, cinta tulus ikhlas mengalir dalam jiwa yang aku idamkan.
"Engkau yang sekarang, bukanlah engkau yang dulu."
Kau berubah, tak seperti kekasih ku yang dulu, yang selalu menemani ku dikala aku membutuhkan sosok terang dalam jiwaku. Kau berubah, tak ingat siapa aku, tak peduli bagaimana aku. Situasi ini seakan menyimpulkan bahwa jiwamu telah menghilang dan sulit tuk kembali.
Siapa yang telah lancang mengubah mu?, sampai akhirnya kau memilih untuk mengabaikanku, melupakanku, serta jauh meninggalkanku. Kini, seorang diri ku terdiam terpaku, ku menyesali apa yang telah terjadi. Kau pergi meninggalkanku, seakan kau menganggap kisah ini telah berakhir. Semudah itu-kah caramu berpikir?.
Aku masih disini, aku masih menanti kehadiranmu, aku masih menganggapmu aktor utama dalam hidupku. Kembalilah padaku, berikan aku kepastian. Aku merindukanmu, merindukan belai lembut kasihmu, merindukan sosok dirimu dalam hidupku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar