Sering kali terbesit tanya di hati ku, "apakah cinta kita kan selamanya bersemi dan takkan pernah pudar walau badai kan menerpa?".
Dari awal kita berkenalan, aku merasa nyaman dekat dengan mu. Disaat aku memerlukan mu, kau selalu datang tepat pada waktu. Dalam rentang waktu yang tak ku ketahui, tak mampu ku pungkiri, bahwa aku mengagumi mu. Mengagumi kelebihan mu, serta kekurangan yang menyertai hidup mu.
Sudah lama ku bermimpi berdampingan dengan mu. Saling bertatap, saling merasakan, saling mengetahui. Mengetahui segala rasa yang membelenggu, merengkuh jiwa dan menggetarkan hati.
"Aku mencintaimu dengan apa yang tuhan anugerahi untuk mu."
Tak bisa ku rangkai kata-kata cinta yang menyentuh kalbu. Tak bisa ku berikan apa yang engkau mau. Tak bisa ku jelaskan bagaimana cara ku menyayangimu, tak ada penjelasan yang menyertai itu. Maka dari itu, jangan tanyakan aku, alasan apa yang mendasari perasaan cinta ini, Karna, cinta ku tak memerlukan asalan. Tetapi, perasaan.
Beginilah aku yang terlahir untuk mencintaimu dengan apa yang aku miliki, dengan segala yang tuhan anugerahi. Aku mencintaimu dengan apa adanya dirimu. Maafkan aku yang terlanjur mencintaimu.
Oh, sayangku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar